<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Eyaaa&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://eyaaa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eyaaa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Apr 2011 13:02:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='eyaaa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Eyaaa&#039;s Blog</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://eyaaa.wordpress.com/osd.xml" title="Eyaaa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://eyaaa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Resume Kuliah Perilkon Bab 8 Budaya (Vera Aristi_I34080010)</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-3/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 13:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[BAB 8 BUDAYA (CHAPTER 8 CULTURE) Pengertian Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu: Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat. Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan yang boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=25&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>BAB 8 BUDAYA</strong></p>
<p align="center"><strong>(CHAPTER 8 CULTURE)</strong></p>
<p><strong>Pengertian</strong></p>
<p>Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu:</p>
<ul>
<li>Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.</li>
<li>Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan yang boleh dan tidak boleh dialkukan.</li>
</ul>
<p><strong>Perubahan Nilai</strong></p>
<p>Nilai yang berubah</p>
<ul>
<li>Banyak anak banyak rejeki berubah menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera (KB)</li>
<li>Dahulu hanya sedikit wanita yang mengenakan jilbab, sekarang banyak</li>
<li>Semakin banyak wanita mulai bekerja di luar rumah</li>
</ul>
<p>Pengaruh terhadap konsumsi</p>
<ul>
<li>Perubahan pola pikir tentang keluarga bahagia mengakibatkan kontrasepsi meningkat, konsumsi pakaian menurun.</li>
<li>Semakin banyak wanita berjilbab menyebabkan pemakaian busana muslim meningkat</li>
<li>Semakin banyak wanita yang bekerja mengakibatkan permintaan kosmetik, pakaian kerja dan transportasi meningkat.</li>
</ul>
<p><strong>Norma</strong></p>
<p>Norma terbagi menjadi dua yaitu:</p>
<ul>
<li><em>Enacted Norm</em></li>
</ul>
<p>Misal Peraturan, Undang-Undang</p>
<ul>
<li><em>Cressive Norm</em></li>
</ul>
<p>Norma yang ada dalam budaya. Cressive terbagi menjadi tiga, yaitu:</p>
<ul>
<ol start="1">
<li>Kebiasaan (customs) : berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya. Contoh: perayaan sekaten (upacara ritual menyambut Maulid Nabi Muhammad) di Jawa Tengah, berpengaruh terhadap konsumsi neras, beras ketan, daging, telur, dan minuman.</li>
<li>Larangan (mores) : bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Contoh: dianjurkan tidak menikah, membangun di bulan Suro karena biasanya akan mendapat malapetaka.</li>
<li>Konvensi (conventions) : Menggambarkan kebiasaan seseorang harus bertindak sehari-hari.</li>
</ol>
</ul>
<p><strong>Mitos</strong></p>
<p>Menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Contoh: mitos mengenai raja-raja, mitos mengenai dewa-dewa, mitos mengenai Nyi Roro Kidul.</p>
<p><strong>Simbol</strong></p>
<p>Segala sesuatu (benda, nama, warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya (makna budaya yang diinginkan). Contoh: Bendera kuning merupakan simbol bagi orang yang meninggal, Biskuat menggunakan macan sebagai ciri mereknya, Toyota dengan Kijangnya, Isuzu dengan Panther-nya, Mitsubishi dengan Kuda-nya.</p>
<p><strong>Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen</strong></p>
<p>Produk dan jasa memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna Budaya.</p>
<p><strong>Budaya dan Strategi Pemasaran</strong></p>
<p>Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Contoh: Nyonya Meneer dan jamu jago melihat peluang untuk memproduksi jamu karena melihat keadaan masyarkat Jawa lebih menyukai pengobatan dengan mengkonsumsi tanaman-tanaman berkhasiat untuk mengobati penyakitnya.</p>
<p><strong><em>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Sains Communication and community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)</em></strong></p>
<p><strong><em>Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=25&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resume Kuliah Perilkon Bab 8 Budaya (Vera Aristi_I34080010)</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-2/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 12:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[BAB 8 BUDAYA (CHAPTER 8 CULTURE) Pengertian Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu:  Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.  Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=20&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB 8 BUDAYA<br />
(CHAPTER 8 CULTURE)<br />
Pengertian<br />
Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu:<br />
 Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.<br />
 Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan yang boleh dan tidak boleh dialkukan.</p>
<p>Perubahan Nilai<br />
Nilai yang berubah<br />
 Banyak anak banyak rejeki berubah menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera (KB)<br />
 Dahulu hanya sedikit wanita yang mengenakan jilbab, sekarang banyak<br />
 Semakin banyak wanita mulai bekerja di luar rumah<br />
Pengaruh terhadap konsumsi<br />
 Perubahan pola pikir tentang keluarga bahagia mengakibatkan kontrasepsi meningkat, konsumsi pakaian menurun.<br />
 Semakin banyak wanita berjilbab menyebabkan pemakaian busana muslim meningkat<br />
 Semakin banyak wanita yang bekerja mengakibatkan permintaan kosmetik, pakaian kerja dan transportasi meningkat.</p>
<p>Norma<br />
Norma terbagi menjadi dua yaitu:<br />
 Enacted Norm<br />
Misal Peraturan, Undang-Undang<br />
 Cressive Norm<br />
Norma yang ada dalam budaya. Cressive terbagi menjadi tiga, yaitu:<br />
1. Kebiasaan (customs) : berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya. Contoh: perayaan sekaten (upacara ritual menyambut Maulid Nabi Muhammad) di Jawa Tengah, berpengaruh terhadap konsumsi neras, beras ketan, daging, telur, dan minuman.<br />
2. Larangan (mores) : bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Contoh: dianjurkan tidak menikah, membangun di bulan Suro karena biasanya akan mendapat malapetaka.<br />
3. Konvensi (conventions) : Menggambarkan kebiasaan seseorang harus bertindak sehari-hari.</p>
<p>Mitos<br />
Menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Contoh: mitos mengenai raja-raja, mitos mengenai dewa-dewa, mitos mengenai Nyi Roro Kidul.</p>
<p>Simbol<br />
Segala sesuatu (benda, nama, warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya (makna budaya yang diinginkan). Contoh: Bendera kuning merupakan simbol bagi orang yang meninggal, Biskuat menggunakan macan sebagai ciri mereknya, Toyota dengan Kijangnya, Isuzu dengan Panther-nya, Mitsubishi dengan Kuda-nya.</p>
<p>Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen<br />
Produk dan jasa memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna Budaya.</p>
<p>Budaya dan Strategi Pemasaran<br />
Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Contoh: Nyonya Meneer dan jamu jago melihat peluang untuk memproduksi jamu karena melihat keadaan masyarkat Jawa lebih menyukai pengobatan dengan mengkonsumsi tanaman-tanaman berkhasiat untuk mengobati penyakitnya.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Sains Communication and community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=20&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resume Kuliah Perilkon Bab 8 Budaya (Vera Aristi_I34080010)</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 12:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[BAB 8 BUDAYA (CHAPTER 8 CULTURE) Pengertian Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu:  Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.  Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=15&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB 8 BUDAYA<br />
(CHAPTER 8 CULTURE)<br />
Pengertian<br />
Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarkat. Unsur-unsur budaya terbagi menjadi dua, yaitu:<br />
	Nilai (value) yaitu kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.<br />
	Norma (Norm) adalah aturan masyarkat tentang sikap dan tindakan yang boleh dan tidak boleh dialkukan.</p>
<p>Perubahan Nilai<br />
Nilai yang berubah<br />
	Banyak anak banyak rejeki berubah menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera (KB)<br />
	Dahulu hanya sedikit wanita yang mengenakan jilbab, sekarang banyak<br />
	Semakin banyak wanita mulai bekerja di luar rumah<br />
Pengaruh terhadap konsumsi<br />
	Perubahan pola pikir tentang keluarga bahagia mengakibatkan kontrasepsi meningkat, konsumsi pakaian menurun.<br />
	Semakin banyak wanita berjilbab menyebabkan pemakaian busana muslim meningkat<br />
	Semakin banyak wanita yang bekerja mengakibatkan permintaan kosmetik, pakaian kerja dan transportasi meningkat.</p>
<p>Norma<br />
Norma terbagi menjadi dua yaitu:<br />
	Enacted Norm<br />
	Misal Peraturan, Undang-Undang<br />
	Cressive Norm<br />
	Norma yang ada dalam budaya. Cressive terbagi menjadi tiga, yaitu:<br />
1.	Kebiasaan (customs) : berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya. Contoh: perayaan sekaten (upacara ritual menyambut Maulid Nabi Muhammad) di Jawa Tengah, berpengaruh terhadap konsumsi neras, beras ketan, daging, telur, dan minuman.<br />
2.	Larangan (mores) : bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Contoh: dianjurkan tidak menikah, membangun di bulan Suro karena biasanya akan mendapat malapetaka.<br />
3.	Konvensi (conventions) : Menggambarkan kebiasaan seseorang harus bertindak sehari-hari.</p>
<p>Mitos<br />
	Menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Contoh: mitos mengenai raja-raja, mitos mengenai dewa-dewa, mitos mengenai Nyi Roro Kidul.</p>
<p>Simbol<br />
	Segala sesuatu (benda, nama, warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya (makna budaya yang diinginkan). Contoh: Bendera kuning merupakan simbol bagi orang yang meninggal, Biskuat menggunakan macan sebagai ciri mereknya, Toyota dengan Kijangnya, Isuzu dengan Panther-nya, Mitsubishi dengan Kuda-nya.</p>
<p>Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen<br />
	Produk dan jasa memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna Budaya.</p>
<p>Budaya dan Strategi Pemasaran<br />
	Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Contoh: Nyonya Meneer dan jamu jago melihat peluang untuk memproduksi jamu karena melihat keadaan masyarkat Jawa lebih menyukai pengobatan dengan mengkonsumsi tanaman-tanaman berkhasiat untuk mengobati penyakitnya.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Sains Communication and community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=15&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2011/04/27/resume-kuliah-perilkon-bab-8-budaya-vera-aristi_i34080010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume kuliah perilaku konsumen Vera Aristi/I34080010</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 04:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[BAB 2. MOTIVASI DAN KEBUTUHAN (CHAPTER 2. MOTIVATION AND NEEDS) Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendriri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan konsumen konsumen bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen, misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga bisa muncul dari faktor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=17&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB 2. MOTIVASI DAN KEBUTUHAN<br />
(CHAPTER 2. MOTIVATION AND NEEDS)</p>
<p>Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh  konsumen. Kebutuhan sendriri muncul karena konsumen merasakan  ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya  dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan konsumen konsumen bisa dimunculkan  oleh faktor diri konsumen, misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga  bisa muncul dari faktor luar konsumen, misalnya aroma makanan, iklan.<br />
Kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang disebut sebagai  kebutuhan fisiologis atau biologis disebut juga kebutuhan primer.  Kebutuhan sekunder atau kebutuhan yang diciptakan adalah kebutuhan yang  muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya.<br />
Perilaku berorientasi tujuan. Artinya untuk memenuhi kebutuhannya,  konsumen harus memiliki tujuan akan tindakannya. Tujuan adalah suatu  cara untuk memenuhi kebutuhan.<br />
Teori kebutuhan Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan  tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan  biologis sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik. Menurut Maslow  manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendah terlebih dahulu  sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Susunannya adalah sebgai  berikut (dari terendah hingga tertinggi) : Kebutuhan fisiologis,  kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan ego, kebutuhan  aktualisasi diri.<br />
Teori Motivasi Mc Clelland menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar  yang memotivasi seseorang individu untuk berperilaku, yaitu: kebutuhan  untuk sukses, kebutuhan untuk afiliasi dan kebutuhan kekuasaan.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community  Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University,  Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya  dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in  Marketing)</p>
<p>BAB 3. KEPRIBADIAN<br />
(CHAPTER 3. PERSONALITY)</p>
<p>Pengertian Kepribadian<br />
Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling  dalam pada diri manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan  ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan  mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya secara konsisten.<br />
Kepribadian memiliki karakteristik, yaitu: kepribadian menggambarkan  perbedaan individu, kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung  lama, kepribadian dapat berubah.<br />
Teori kepribadian Freud dikemukakan oleh Sigmund Freud. Ia mengemukakan  sutau teori psikoanalitis. Kepribadian manusia terdiri atas tiga unsur  yang salning berinteraksi, yaitu Id, superego, dan ego. Id adalah aspek  biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong  munculnya kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, haus, nafsu seks.  Superego adalah aspek psikologis pada diri manusia yang menggambarkan  sifat manusia yang tunduk dan patuh kepada norma-normasosial, etika, dan  nilai-nilai masyarakat. Ego merupakan unsur yang bisa disadari dan  dikontrol oleh manusia.<br />
Teori Neo Freud merupakan kombinasi dari sosial dan psikologi. Teori  ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan  masyarakat dan masyarkat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan dan  tujuannya. Horney mengemukakan model kepribadian manusia, yang terdiri  atas tiga kategori, yaitu sebagai berikut:<br />
1.	Compliant adalah kepribadian yang dicirikan adanya ketergantungan  seseorng kepada orang lain.<br />
2.	Aggressive adalah kepribadian yang dicirikan adanya motivasi untuk  memperoleh kekuasaan<br />
3.	Detached adalah kepribadian yang dicirikan selalu ingin bebas,  mandiri, mengandalkan diri sendiri, dan ingin bebas dari berbagai  kewajiban.<br />
Teori ciri merupakan pendekatan kuantitatif dalam mengukur kepribadian  konsumen. Teori ciri mengklasifikasikan manusia ke dalam karakteristik  atau sifat atau cirinya yang paling menonjol. Menurut Loudon dan Del  Bitta (1993), teori ciri didasrkan pada tiga asumsi, yaitu: individu  memiliki perilaku yang cenderung relatif stabil, orang memiliki derajat  perbedaan dalam kecenderungan perilaku tersebut, jika  perbedaan-perbedaan tersebut diidentifikasi dan diukur, maka perbedaan  tersebut bisa menggambarkan kepribadian individu-individu tersebut.</p>
<p>Gaya Hidup<br />
Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang menggambarkan pilihan  seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang. Gaya hidup berbeda  dengan dengan kepribadian. Kepribadian lebih menggambarkan karateristik  terdalam yang ada pada diri manusia.<br />
Psikografik adalah suatu instrumen yang mengukur gaya hidup, yang  memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis  data yang besar.<br />
Seorang pakar bernama Arnold Mitchell dari The Stanford Research  Institute (SRI) Internasional di Californiamengembangkan suatu konsep  yang disebut sebagai The Value and Lifestyle (VALS) system. Kalsifikasi  konsumen berdasarkan VALS adalah sebagai berikut:<br />
	Actualizer: konsumen yang sukses. Aktif, memperhatikan dan mengayomi  orang lain, memiliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi, dan  memilikipandapatan dan sumberdaya ekonomi yang tinggi.<br />
	Fulfilleds: dewasa, bertanggung jawab, profesional dan berpendidikan  baik, dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi.<br />
	Believers: pendapatan relatif kecil, konservatif, lebih menyukai  produk Amerika dan merek yang ternama.<br />
	Achievers: memiliki pendapatan tinggi dan berorientasi status.<br />
	Strivers: memiliki pendapatan rendah, berorientasi status.<br />
	Experiencers: konsumen yang memiliki pendapatan tinggi dan  berorientasi tindakan.<br />
	Makers: konsumen yang memiliki pendapatan rendah dan berorientasi  tindakan.<br />
	Strugglers: konsumen yang memiliki pendapatan yang paling rendah</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community  Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University,  Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya  dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in  Marketing)</p>
<p>BAB 4. PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN (CHAPTER 4.  CONSUMER PERCEPTION AND INFORMATION MANAGEMENT)</p>
<p>PENGOLAHAN INFORMASI<br />
Pengolahan informasi pada diri konsumen ketika salah satu konsumen  menerima input dalam bentuk stimulus. Stimulus bisa berbentuk produk ,  nama merek, kemasa, iklan, nama produsen. Berbagai produk ditayangkan di  televisi dan radio sebagai stimulus yang dirancang khusus oleh produsen  agar menarik perhatian konsumen, sehingga konsumen mau melihat,  mendegar, menyukai dan membeli produk tersebut.<br />
PERSEPSI<br />
Menurut Gibson at.al (1996) persepsi adalah proses dari seorang dalam  memahami lingkingan yang ,elibatkan pengorganisasian dan penafsiran  sebagai rangsangan dalam suatu pengalaman psikologis. Mowen (1998)  mendefinisikan persepsi sebagai “perception is the process through which  individuals are exposed to information, attend to that information and  comprehend it”. Lebih lanjut lagi Schiffman dan Kanuk (2000)  mendefinisikan sebagai “perception is defined as the process by which an  individuals selects, organizes, and interprets stimuli into a  meaningful and coherent picture of the world”. Bagaimana seorang melihat  realitas diluar dirinya atau dunia sekelilingnya. Memehami persepsi  konsumen adalah penting bagi para pemasar dan produsen. Dua orang  konsumen yang menerima dan memperhatikan suatu stimulus yang sama,  mengkin akan mengartikan stimulus tersebut berbeda. Persepsi mempunyai  peranan dalam penerimaan rangsangan, mengaturnya dan menerjemahkan, atau  mengiterpretasikan rangsangan yang sudah tertur itu untuk mempengaruhi  perilaku dan membentuk sikap.<br />
William Mc Guire dalam Engel, Blackwell dan Miniard (1995) menyatakan  bahwa ada lima tahapan pengolahan informasi (the infomation-processing  model), yaitu sebagai berikut:</p>
<p>Gambar 4.1. Tahap-tahap Pengolahan Informasi (Sumber: Engel,  Blackwell dan Miniard   1995, hal 473)</p>
<p>1.	Pemaparan (exposure) yaitu kegiatan yang dikaukan oleh para  pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus yang  disampaikan bisa berbentuk iklan, kemasan, merek, hadiah dan lain-lain.  Konsumen yang menerima stimulus yang datang ke salah satu inderanya  disebut sebgai sensasi. Sensasi adalah respon langsung dan cepat dari  pancaindera terhadap stimulus yang datang (iklan, kemasan, merek maupuun  produsan). Sensasi sendiri dipengaruhi oleh ambang absolut (the  absolutthreshold) dan perbedaan ambang (differential threshold). Ambang  absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang  diperlukan oleh seorang konsumen agar ia merasakan sensasi. Titik dimana  seorang konsumen merasakan perbedaan antara “ada” dan “tidak ada” dari  suatu stimulus. Misal, seorang konsumen mampu melihat billboard ukuran   tulisan 30 cm dari jarak 200 meter, sedang konsumen lainnya mungkin dari  jarak 100 meter. Angka 100 atau 200 meter itulah yang disebut sebagai  ambang batas absolut. Faktor kedua yang mempengaruhi sensasi adalah  perbedaan ambang. Batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara  kedua stimulus yang mirip disebut sebagai ambang berbeda. misal, berapa  persen harga beras dan pizza diturunkan, sehingga konsumen merasa kedua  produk lebih murah?, jika keduanya harga diturunkan sebesar Rp. 400,-  maka persentase penurunan harga beras sebesar 10% sedang harga pizza  hanya 1%. Penurunan harga berdasarkan angka absolut tidak tepat untuk  semua produk. Mungkin bagi produk beras penurunan harga Rp. 400,- cukup  besar, namun bagi pizza penurunan itu sangat kecil.<br />
2.	Perhatian (Attention) yaitu kapasitas pengolahan yang dialokasikan  konsumen terhadap stimulus yang masuk. Karena konsumen memiliki  ketrebatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yang  diterimannya. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi perceptual  selection atau perhatian konsumen terhadap stimulus yang  diperhatikannya: (a) faktor pribadi dan (b) faktor stimulus.<br />
Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri  konsumen.faktor ini ada diluar kontrol pemasar, yaitu motivasi,  kebutuhan, dan harapan. Sedangkan Faktor Stimulus dimana  faktor ini  bisa dikontrol dan dimanipulasi oleh pemasar dan pengiklan, dengan  tujuan utamanya untuk menarik perhatian konsumen. Faktor stimulus ini  meliputi ukuran stimulus, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk,  gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang  menarik, dan perubahan gambar yang cepat.<br />
3.	Pemahaman (Comprehension) yaitu usaha konsumen untuk mengartikan atau  menginterpretasikan stimulus.konsumen melakukan “perceptual  organization”. Stimulus yang diterima konsumen berjumlah puluhan bahkan  ratusan, stimulus tersebut tidak diberlakukan sebagai hal yang terpisah  satu sama lainnya. Konsumen cenderung untuk melakukan pengelompokan  stimulus sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Prinsip ini  dikembangkan oleh disiplin gestalt psykology. Ada tiga prinsip  perceptual organization : Gambar dan Latar Belakang (figur and ground),  Pengelompokan ( grouping), dan closure.<br />
4.	Penerimaan. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa tahap  pemaparan, perhatian, dan pemahaman merupakan persepsi konsumen. Setelah  konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan memahami stimulus  tersebut, maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau  objek tersebut. Inilah yang disebut sebagai persepsi konsumen terhadap  objek tersebut atau citra (images) produk. Persepsi konsumen tersebut  merupakan output dari pemerimaan konsumen terhadap stimulus. Di dalam  konteks pemasaran, mak persepsi konsumen berupa persepsi produk,  persepsi toko, atau persepsi terhadap produsen.<br />
5.	Retensi yaitu proses pemindahan informasi ke memory jangka panjang  (long-term memory). Informasi yang disimpan adalah interpretasi konsumen  terhadap stimulus yang diterima. Ada tiga macam memory konsumen, yaitu  memory sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Proses  penyimpanan informasi di long-term memory melibatkan dua kegiatan  penting yang dilakukan konsumen, yaitu rehearsal dan encoding.</p>
<p>MENGINGAT KEMBALI (RETRIEVAL)<br />
Setelah konsumen menyimpan informasi dii dalam long-term memory, maka  suatu saat ia akan memanggil kembali atau mengingat informasi tersebut  untuk dipakai sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan. Proses ini  disebut sebagai retrieval. Konsumen lebih mudah mengingat pesan dalam  bentuk lagu (jingles) dibandingkan kata-kata saja. Jingles mungkin bisa  bertahan lebih lama dalam memori konsumen.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community  Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University,  Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya  dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in  Marketing)</p>
<p>BAB 5. PROSES BELAJAR KONSUMEN (CHAPTER 5. CONSUMER LEARNING PROCESS)</p>
<p>A.	ARTI PROSES BELAJAR<br />
Belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan  pengalaman, pengetahuan dan pengalaman ini akan mengakibatkan perubahan  sikap dan perilaku yang relatif permanen. Beberapa hal penting dari  belajar, yaitu pertama, belajar adalah suatu proses yang berkelanjutan;  Kedua, pengalaman memainkan peranan dalam proses belajar; dan ketiga,  terminologi belajar memiliki makna yang luas.<br />
Syarat proses belajar terjadi karena adanya empat unsur (Schiffman dan  Kanuk, 2000; Loudon dan Della Bitta, 1993), yaitu:<br />
1.	Motivasi yaitu daya dorong dalam diri konsumen. Misal, motivasi saya  yang paling mendasar duduk dikelas mengikuti perkuliahan Perilaku  Konsumen adalah karena gelar. Saya ingin memperoleh gelar sarjana dengan  nilai yang sangat memuaskan yang nantinya saya bisa mendapatkan  pekerjaan yang lebih layak. Contoh lain, seseorang yang ngebet pengen  belajar bahasa inggris karena keinginan dia untuk bisa bicara berbahasa  inggris.<br />
2.	Isyarat adalah stimulus yang mengarahkan motivasi tersebut. Iklan,  kemasan produk, harga, dan produk display adalah stimulus atau isyarat  yang akan mempengaruhi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.<br />
3.	Respon merupakan reaksi konsumen terhadap isyarat. Seorang yang ingin  belajar bahasa inggris ketika melihat iklan/brosur tentang kursus  bahasa inggris akan bereaksi positif (mungkin langsung ikut kursus).<br />
4.	Pendorong atau Penguatan merupakan sesuatu yang meningkatkan  kecenderungan seseorang konsumen berperilaku pada masa yang akan datang  karena adanya stimulus/ isyarat. Contoh, ketika seorang minum kopi ia  akan terjaga semalaman, maka pada suatu saat ia mengantuk langsung minum  kopi.</p>
<p>B.	PROSES BELAJAR PERILAKU<br />
Proses belajar diklasifikasikan ke dalam dua kategori:<br />
(1)	Proses belajar Kognitif (cognitive approach) adalah proses belajar  yang dicirikan oelh adanya perubahan pengetahuan, yang menekankan pada  proses mental konsumen untuk mempelajari innformasi.<br />
(2)	Proses Belajar Perilaku (behaviorist approach) adalah proses belajar  yang terajadi ketika konsumen bereaksi terhadap lingkungannya atau  stimulus luar. Proses belajar perilaku dibagi menjadi 3 yaitu:<br />
a.	Classical Conditioning adalah teori yang menjelaskan bahwa makhlik  hidup, baik manusia maupun binatang merupakan makhluk pasif yang bisa  diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan (repetition atau  conditioning, Schiffman dan Kanuk, 2000 hal 162). Terjadi pada diri  seorang konsumen keetika ia bisa membuat asosiasi antara stimulus yang  datang pada dirinya, dan bereaksi terhadap stimulus tersebut.<br />
Ada tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical  conditioning yaitu:<br />
Pengulangan (repetition) yaitu proses menyampaikan pesan kepada  konsumen berulang kali, dengan frekuensi yang berkali-kali.<br />
Generalisasi Stimulus (stimulus generalization) yaitu kemampuan  seorang konsumen untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang relatif  berbeda.<br />
Diskriminasi Stimulus (stimulus discrimation) yaitu konsumen  diharapkan bisa mengambil kesimpulan yang sama dari berbagai stimulus  yang berbeda.<br />
b.	Instrumental Conditioning (Operant Conditionning) adalah proses  belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan  yang positif atau negatif (reward) karena mengonsumsi produk  sebelumnya. Contohnya, ketika kita merasa puas memakai produk Shampo  Clear  maka kita akan membeli lg produk tersebut.<br />
Operant conditioning mempunyai empat konsep penting dalam pemasaran,  yaitu:<br />
Penguatan Positif (Positive Reinforcement)<br />
Hukuman (Punishment) adalah hal-hal negatif atau hal yang tidak  menyenangkan yang diteruima konsumen karena melakukan sesuatu perbuatan.  Contohnya adalah anda akan di denda jika melanggar peraturan lalu  lintas saat berkendaraan.<br />
Kepunahan (Extinction). Contoh bengkel AUTO 2000. Setelah konsumen  beberapa kali mengunjungi bengkel tersebut, namun ia mendapatkan  pelayanan yang buruk sehingga mengecewakan dan ketidakpuasan.  Kepunahan  muncul ketika konsumen menganggap bahwa stimulus tidak bisa memberikan  kepuasan yang diharapkan.  Sehinga konsumen mencari bengkel alternatif  lain.<br />
Shaping yaitu konsumen di arahkan untuk melakukan sauatu perilaku  (mendatangi mol misalnya) sebelum dia bnisa melakukan perilaku yang  diharapkan produsen.<br />
c.	Observational Learning (Vicarious Learning) adalah proses belajar  yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku orang  lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Dalam strategi pemasaran,  para pemasar banyak menggunakan selebritis dan artis sebagai buntang  iklan, dengan harapan mereka akan menjadi model bagi konsumen yang akan  mempengaruhi perilaku konsumen. Peter dan Olson (1999) meyebutkan tiga  pengguna vicarious learning dalam strategi pemasaran yaitu:<br />
1.	Mengembangkan Respons Baru untuk memperkenalkan berbagai penggunaan  produk baru yang selama ini belum terfikirkan oleh konsumen.<br />
2.	Mencegah Respons yang Tidak Dikehendaki. Untuk mempromosikan bahwa  Ajinomoto adalah produk yang halal dan mencegah perilaku konsumen yang  tidak dikehendaki (memboikot), maka produsen menggunakan selebritis  Deddy Mizwar sebagai bintang iklannya.<br />
3.	Memfasilitasi Respons yaitu konsumen sudah mengenal produk namun  belum tertarik untuk membeli dan menggunaka. Nah, disini biasanya  menggunakan Model (Dian Sastro pada iklan sabun mandi LUX) sebagai  fasilitator.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community  Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University,  Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya  dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in  Marketing)</p>
<p>BAB 6 PENGETAHUAN KONSUMEN<br />
(CHAPTER 6 CONSUMER KNOWLEDGE)</p>
<p>Para ahli psikologi kognitif membagi pengetahuan ke dalam  pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedur. Pengetahuan deklaratif  adalah fakta subjektif yang diketahui oleh seseorang. Pengetahuan  prosedur adalah pengetahuan mengenai bagaimana fakta-fakta tersebut  digunakan. Mowen dan Minor (1995) membagi pengetahuan konsumen menjadi  tiga kategori,yaiyu: pengetahuan objektif, pengetahuan subjektif, dan  informasi mengenai pengetahuan lainnya. Engel, Blackwell, dan Miniard  (1995) membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam, yaitu:  pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, pengetahuan pemakaian.<br />
Peter dan Olson (1999) membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu:<br />
1.	Pengetahuan atribut Produk : seorang konsumen akan melihat suatu  produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari  produk tersebut.<br />
2.	Pengetahuan manfaat produk : konsumen mengkonsumsi suatu produk  karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi dirinya. Manfaat terbagi  menjadi :<br />
	Manfaat fungsional : manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis<br />
	Manfaat psikososial : aspek psikologis (perasaan, emosi, dan mood) dan  aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.<br />
Persepsi risiko adalah memahami adanya ketidakpastian dan konsekuensi.  Persepsi risiko terbagi ke dalam tujuh macam yaitu sebagai berikut:<br />
	Risiko Fungsi<br />
	Risiko Keuangan<br />
	Risiko Fisik<br />
	Risiko Psikologis<br />
	Risiko Sosial<br />
	Risiko waktu<br />
	Risiko hialangnya tempat<br />
3.	Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen</p>
<p>Menurut Enngel, Blackwell dan Miniard (1995) pengetahuan pembeelian  terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko  tersebut, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut.<br />
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk  tersebut telah digunakan dan dikonsumsi oleh konsumen. Agar produk  tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi  kepada konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi  produk tersebut dengan benar.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community  Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University,  Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya  dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in  Marketing)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=17&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resume kuliah Perilaku Konsumen Vera Aristi/I34080010 (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010-majoring-in-communication-and-community-development-college-of-human-ecology-bogor-agricultural-university-bogor-indonesia/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010-majoring-in-communication-and-community-development-college-of-human-ecology-bogor-agricultural-university-bogor-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 03:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[BAB 2. MOTIVASI DAN KEBUTUHAN (CHAPTER 2. MOTIVATION AND NEEDS) Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendriri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan konsumen konsumen bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen, misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga bisa muncul dari faktor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=13&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB 2. MOTIVASI DAN KEBUTUHAN<br />
(CHAPTER 2. MOTIVATION AND NEEDS)</p>
<p>	Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendriri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan konsumen konsumen bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen, misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga bisa muncul dari faktor luar konsumen, misalnya aroma makanan, iklan.<br />
	Kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang disebut sebagai kebutuhan fisiologis atau biologis disebut juga kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder atau kebutuhan yang diciptakan adalah kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya.<br />
	Perilaku berorientasi tujuan. Artinya untuk memenuhi kebutuhannya, konsumen harus memiliki tujuan akan tindakannya. Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan.<br />
	Teori kebutuhan Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik. Menurut Maslow manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendah terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Susunannya adalah sebgai berikut (dari terendah hingga tertinggi) : Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan ego, kebutuhan aktualisasi diri.<br />
	Teori Motivasi Mc Clelland menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seseorang individu untuk berperilaku, yaitu: kebutuhan untuk sukses, kebutuhan untuk afiliasi dan kebutuhan kekuasaan.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<p>BAB 3. KEPRIBADIAN<br />
(CHAPTER 3. PERSONALITY)</p>
<p>Pengertian Kepribadian<br />
	Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya secara konsisten.<br />
	Kepribadian memiliki karakteristik, yaitu: kepribadian menggambarkan perbedaan individu, kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama, kepribadian dapat berubah.<br />
	Teori kepribadian Freud dikemukakan oleh Sigmund Freud. Ia mengemukakan sutau teori psikoanalitis. Kepribadian manusia terdiri atas tiga unsur yang salning berinteraksi, yaitu Id, superego, dan ego. Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, haus, nafsu seks. Superego adalah aspek psikologis pada diri manusia yang menggambarkan sifat manusia yang tunduk dan patuh kepada norma-normasosial, etika, dan nilai-nilai masyarakat. Ego merupakan unsur yang bisa disadari dan dikontrol oleh manusia.<br />
	Teori Neo Freud merupakan kombinasi dari sosial dan psikologi. Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarkat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan dan tujuannya. Horney mengemukakan model kepribadian manusia, yang terdiri atas tiga kategori, yaitu sebagai berikut:<br />
1.	Compliant adalah kepribadian yang dicirikan adanya ketergantungan seseorng kepada orang lain.<br />
2.	Aggressive adalah kepribadian yang dicirikan adanya motivasi untuk memperoleh kekuasaan<br />
3.	Detached adalah kepribadian yang dicirikan selalu ingin bebas, mandiri, mengandalkan diri sendiri, dan ingin bebas dari berbagai kewajiban.<br />
	Teori ciri merupakan pendekatan kuantitatif dalam mengukur kepribadian konsumen. Teori ciri mengklasifikasikan manusia ke dalam karakteristik atau sifat atau cirinya yang paling menonjol. Menurut Loudon dan Del Bitta (1993), teori ciri didasrkan pada tiga asumsi, yaitu: individu memiliki perilaku yang cenderung relatif stabil, orang memiliki derajat perbedaan dalam kecenderungan perilaku tersebut, jika perbedaan-perbedaan tersebut diidentifikasi dan diukur, maka perbedaan tersebut bisa menggambarkan kepribadian individu-individu tersebut.</p>
<p>Gaya Hidup<br />
 	Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang menggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang. Gaya hidup berbeda dengan dengan kepribadian. Kepribadian lebih menggambarkan karateristik terdalam yang ada pada diri manusia.<br />
	Psikografik adalah suatu instrumen yang mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang besar.<br />
	Seorang pakar bernama Arnold Mitchell dari The Stanford Research Institute (SRI) Internasional di Californiamengembangkan suatu konsep yang disebut sebagai The Value and Lifestyle (VALS) system. Kalsifikasi konsumen berdasarkan VALS adalah sebagai berikut:<br />
	Actualizer: konsumen yang sukses. Aktif, memperhatikan dan mengayomi orang lain, memiliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi, dan memilikipandapatan dan sumberdaya ekonomi yang tinggi.<br />
	Fulfilleds: dewasa, bertanggung jawab, profesional dan berpendidikan baik, dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi.<br />
	Believers: pendapatan relatif kecil, konservatif, lebih menyukai produk Amerika dan merek yang ternama.<br />
	Achievers: memiliki pendapatan tinggi dan berorientasi status.<br />
	Strivers: memiliki pendapatan rendah, berorientasi status.<br />
	Experiencers: konsumen yang memiliki pendapatan tinggi dan berorientasi tindakan.<br />
	Makers: konsumen yang memiliki pendapatan rendah dan berorientasi tindakan.<br />
	Strugglers: konsumen yang memiliki pendapatan yang paling rendah</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<p>BAB 4. PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN (CHAPTER 4. CONSUMER PERCEPTION AND INFORMATION MANAGEMENT)</p>
<p>PENGOLAHAN INFORMASI<br />
Pengolahan informasi pada diri konsumen ketika salah satu konsumen menerima input dalam bentuk stimulus. Stimulus bisa berbentuk produk , nama merek, kemasa, iklan, nama produsen. Berbagai produk ditayangkan di televisi dan radio sebagai stimulus yang dirancang khusus oleh produsen agar menarik perhatian konsumen, sehingga konsumen mau melihat, mendegar, menyukai dan membeli produk tersebut.<br />
PERSEPSI<br />
Menurut Gibson at.al (1996) persepsi adalah proses dari seorang dalam memahami lingkingan yang ,elibatkan pengorganisasian dan penafsiran sebagai rangsangan dalam suatu pengalaman psikologis. Mowen (1998) mendefinisikan persepsi sebagai “perception is the process through which individuals are exposed to information, attend to that information and comprehend it”. Lebih lanjut lagi Schiffman dan Kanuk (2000) mendefinisikan sebagai “perception is defined as the process by which an individuals selects, organizes, and interprets stimuli into a meaningful and coherent picture of the world”. Bagaimana seorang melihat realitas diluar dirinya atau dunia sekelilingnya. Memehami persepsi konsumen adalah penting bagi para pemasar dan produsen. Dua orang konsumen yang menerima dan memperhatikan suatu stimulus yang sama, mengkin akan mengartikan stimulus tersebut berbeda. Persepsi mempunyai peranan dalam penerimaan rangsangan, mengaturnya dan menerjemahkan, atau mengiterpretasikan rangsangan yang sudah tertur itu untuk mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap.<br />
William Mc Guire dalam Engel, Blackwell dan Miniard (1995) menyatakan bahwa ada lima tahapan pengolahan informasi (the infomation-processing model), yaitu sebagai berikut:</p>
<p>Gambar 4.1. Tahap-tahap Pengolahan Informasi (Sumber: Engel, Blackwell dan Miniard   1995, hal 473)</p>
<p>1.	Pemaparan (exposure) yaitu kegiatan yang dikaukan oleh para pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus yang disampaikan bisa berbentuk iklan, kemasan, merek, hadiah dan lain-lain. Konsumen yang menerima stimulus yang datang ke salah satu inderanya disebut sebgai sensasi. Sensasi adalah respon langsung dan cepat dari pancaindera terhadap stimulus yang datang (iklan, kemasan, merek maupuun produsan). Sensasi sendiri dipengaruhi oleh ambang absolut (the absolutthreshold) dan perbedaan ambang (differential threshold). Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumen agar ia merasakan sensasi. Titik dimana seorang konsumen merasakan perbedaan antara “ada” dan “tidak ada” dari suatu stimulus. Misal, seorang konsumen mampu melihat billboard ukuran  tulisan 30 cm dari jarak 200 meter, sedang konsumen lainnya mungkin dari jarak 100 meter. Angka 100 atau 200 meter itulah yang disebut sebagai ambang batas absolut. Faktor kedua yang mempengaruhi sensasi adalah perbedaan ambang. Batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara kedua stimulus yang mirip disebut sebagai ambang berbeda. misal, berapa persen harga beras dan pizza diturunkan, sehingga konsumen merasa kedua produk lebih murah?, jika keduanya harga diturunkan sebesar Rp. 400,- maka persentase penurunan harga beras sebesar 10% sedang harga pizza hanya 1%. Penurunan harga berdasarkan angka absolut tidak tepat untuk semua produk. Mungkin bagi produk beras penurunan harga Rp. 400,- cukup besar, namun bagi pizza penurunan itu sangat kecil.<br />
2.	Perhatian (Attention) yaitu kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk. Karena konsumen memiliki ketrebatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yang diterimannya. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi perceptual selection atau perhatian konsumen terhadap stimulus yang diperhatikannya: (a) faktor pribadi dan (b) faktor stimulus.<br />
Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri konsumen.faktor ini ada diluar kontrol pemasar, yaitu motivasi, kebutuhan, dan harapan. Sedangkan Faktor Stimulus dimana  faktor ini bisa dikontrol dan dimanipulasi oleh pemasar dan pengiklan, dengan tujuan utamanya untuk menarik perhatian konsumen. Faktor stimulus ini meliputi ukuran stimulus, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk, gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik, dan perubahan gambar yang cepat.<br />
3.	Pemahaman (Comprehension) yaitu usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus.konsumen melakukan “perceptual organization”. Stimulus yang diterima konsumen berjumlah puluhan bahkan ratusan, stimulus tersebut tidak diberlakukan sebagai hal yang terpisah satu sama lainnya. Konsumen cenderung untuk melakukan pengelompokan stimulus sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Prinsip ini dikembangkan oleh disiplin gestalt psykology. Ada tiga prinsip perceptual organization : Gambar dan Latar Belakang (figur and ground), Pengelompokan ( grouping), dan closure.<br />
4.	Penerimaan. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa tahap pemaparan, perhatian, dan pemahaman merupakan persepsi konsumen. Setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan memahami stimulus tersebut, maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah yang disebut sebagai persepsi konsumen terhadap objek tersebut atau citra (images) produk. Persepsi konsumen tersebut merupakan output dari pemerimaan konsumen terhadap stimulus. Di dalam konteks pemasaran, mak persepsi konsumen berupa persepsi produk, persepsi toko, atau persepsi terhadap produsen.<br />
5.	Retensi yaitu proses pemindahan informasi ke memory jangka panjang (long-term memory). Informasi yang disimpan adalah interpretasi konsumen terhadap stimulus yang diterima. Ada tiga macam memory konsumen, yaitu memory sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Proses penyimpanan informasi di long-term memory melibatkan dua kegiatan penting yang dilakukan konsumen, yaitu rehearsal dan encoding. </p>
<p>MENGINGAT KEMBALI (RETRIEVAL)<br />
Setelah konsumen menyimpan informasi dii dalam long-term memory, maka suatu saat ia akan memanggil kembali atau mengingat informasi tersebut untuk dipakai sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan. Proses ini disebut sebagai retrieval. Konsumen lebih mudah mengingat pesan dalam bentuk lagu (jingles) dibandingkan kata-kata saja. Jingles mungkin bisa bertahan lebih lama dalam memori konsumen.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<p>BAB 5. PROSES BELAJAR KONSUMEN (CHAPTER 5. CONSUMER LEARNING PROCESS)</p>
<p>A.	ARTI PROSES BELAJAR<br />
Belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman, pengetahuan dan pengalaman ini akan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku yang relatif permanen. Beberapa hal penting dari belajar, yaitu pertama, belajar adalah suatu proses yang berkelanjutan; Kedua, pengalaman memainkan peranan dalam proses belajar; dan ketiga, terminologi belajar memiliki makna yang luas.<br />
Syarat proses belajar terjadi karena adanya empat unsur (Schiffman dan Kanuk, 2000; Loudon dan Della Bitta, 1993), yaitu:<br />
1.	Motivasi yaitu daya dorong dalam diri konsumen. Misal, motivasi saya yang paling mendasar duduk dikelas mengikuti perkuliahan Perilaku Konsumen adalah karena gelar. Saya ingin memperoleh gelar sarjana dengan nilai yang sangat memuaskan yang nantinya saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Contoh lain, seseorang yang ngebet pengen belajar bahasa inggris karena keinginan dia untuk bisa bicara berbahasa inggris.<br />
2.	Isyarat adalah stimulus yang mengarahkan motivasi tersebut. Iklan, kemasan produk, harga, dan produk display adalah stimulus atau isyarat yang akan mempengaruhi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.<br />
3.	Respon merupakan reaksi konsumen terhadap isyarat. Seorang yang ingin belajar bahasa inggris ketika melihat iklan/brosur tentang kursus bahasa inggris akan bereaksi positif (mungkin langsung ikut kursus).<br />
4.	Pendorong atau Penguatan merupakan sesuatu yang meningkatkan kecenderungan seseorang konsumen berperilaku pada masa yang akan datang karena adanya stimulus/ isyarat. Contoh, ketika seorang minum kopi ia akan terjaga semalaman, maka pada suatu saat ia mengantuk langsung minum kopi.   </p>
<p>B.	PROSES BELAJAR PERILAKU<br />
Proses belajar diklasifikasikan ke dalam dua kategori:<br />
(1)	Proses belajar Kognitif (cognitive approach) adalah proses belajar yang dicirikan oelh adanya perubahan pengetahuan, yang menekankan pada proses mental konsumen untuk mempelajari innformasi.<br />
(2)	Proses Belajar Perilaku (behaviorist approach) adalah proses belajar yang terajadi ketika konsumen bereaksi terhadap lingkungannya atau stimulus luar. Proses belajar perilaku dibagi menjadi 3 yaitu:<br />
a.	Classical Conditioning adalah teori yang menjelaskan bahwa makhlik hidup, baik manusia maupun binatang merupakan makhluk pasif yang bisa diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan (repetition atau conditioning, Schiffman dan Kanuk, 2000 hal 162). Terjadi pada diri seorang konsumen keetika ia bisa membuat asosiasi antara stimulus yang datang pada dirinya, dan bereaksi terhadap stimulus tersebut.<br />
Ada tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical conditioning yaitu:<br />
 	Pengulangan (repetition) yaitu proses menyampaikan pesan kepada konsumen berulang kali, dengan frekuensi yang berkali-kali.<br />
 	Generalisasi Stimulus (stimulus generalization) yaitu kemampuan seorang konsumen untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang relatif berbeda.<br />
 	Diskriminasi Stimulus (stimulus discrimation) yaitu konsumen diharapkan bisa mengambil kesimpulan yang sama dari berbagai stimulus yang berbeda.<br />
b.	Instrumental Conditioning (Operant Conditionning) adalah proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan yang positif atau negatif (reward) karena mengonsumsi produk sebelumnya. Contohnya, ketika kita merasa puas memakai produk Shampo Clear  maka kita akan membeli lg produk tersebut.<br />
Operant conditioning mempunyai empat konsep penting dalam pemasaran, yaitu:<br />
 	Penguatan Positif (Positive Reinforcement)<br />
 	Hukuman (Punishment) adalah hal-hal negatif atau hal yang tidak menyenangkan yang diteruima konsumen karena melakukan sesuatu perbuatan. Contohnya adalah anda akan di denda jika melanggar peraturan lalu lintas saat berkendaraan.<br />
 	Kepunahan (Extinction). Contoh bengkel AUTO 2000. Setelah konsumen beberapa kali mengunjungi bengkel tersebut, namun ia mendapatkan pelayanan yang buruk sehingga mengecewakan dan ketidakpuasan.  Kepunahan muncul ketika konsumen menganggap bahwa stimulus tidak bisa memberikan kepuasan yang diharapkan.  Sehinga konsumen mencari bengkel alternatif lain.<br />
 	Shaping yaitu konsumen di arahkan untuk melakukan sauatu perilaku (mendatangi mol misalnya) sebelum dia bnisa melakukan perilaku yang diharapkan produsen.<br />
c.	Observational Learning (Vicarious Learning) adalah proses belajar yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Dalam strategi pemasaran, para pemasar banyak menggunakan selebritis dan artis sebagai buntang iklan, dengan harapan mereka akan menjadi model bagi konsumen yang akan mempengaruhi perilaku konsumen. Peter dan Olson (1999) meyebutkan tiga pengguna vicarious learning dalam strategi pemasaran yaitu:<br />
1.	Mengembangkan Respons Baru untuk memperkenalkan berbagai penggunaan produk baru yang selama ini belum terfikirkan oleh konsumen.<br />
2.	Mencegah Respons yang Tidak Dikehendaki. Untuk mempromosikan bahwa Ajinomoto adalah produk yang halal dan mencegah perilaku konsumen yang tidak dikehendaki (memboikot), maka produsen menggunakan selebritis Deddy Mizwar sebagai bintang iklannya.<br />
3.	Memfasilitasi Respons yaitu konsumen sudah mengenal produk namun belum tertarik untuk membeli dan menggunaka. Nah, disini biasanya menggunakan Model (Dian Sastro pada iklan sabun mandi LUX) sebagai fasilitator.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<p>BAB 6 PENGETAHUAN KONSUMEN<br />
(CHAPTER 6 CONSUMER KNOWLEDGE)</p>
<p>	Para ahli psikologi kognitif membagi pengetahuan ke dalam pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedur. Pengetahuan deklaratif adalah fakta subjektif yang diketahui oleh seseorang. Pengetahuan prosedur adalah pengetahuan mengenai bagaimana fakta-fakta tersebut digunakan. Mowen dan Minor (1995) membagi pengetahuan konsumen menjadi tiga kategori,yaiyu: pengetahuan objektif, pengetahuan subjektif, dan informasi mengenai pengetahuan lainnya. Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam, yaitu: pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, pengetahuan pemakaian.<br />
	Peter dan Olson (1999) membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu:<br />
1.	Pengetahuan atribut Produk : seorang konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut.<br />
2.	Pengetahuan manfaat produk : konsumen mengkonsumsi suatu produk karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi dirinya. Manfaat terbagi menjadi :<br />
	Manfaat fungsional : manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis<br />
	Manfaat psikososial : aspek psikologis (perasaan, emosi, dan mood) dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.<br />
Persepsi risiko adalah memahami adanya ketidakpastian dan konsekuensi. Persepsi risiko terbagi ke dalam tujuh macam yaitu sebagai berikut:<br />
	Risiko Fungsi<br />
	Risiko Keuangan<br />
	Risiko Fisik<br />
	Risiko Psikologis<br />
	Risiko Sosial<br />
	Risiko waktu<br />
	Risiko hialangnya tempat<br />
3.	Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen</p>
<p>	Menurut Enngel, Blackwell dan Miniard (1995) pengetahuan pembeelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko tersebut, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut.<br />
	Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan dan dikonsumsi oleh konsumen. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi kepada konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.</p>
<p>Summarized by Vera Aristi (Majoring in Communication and Community Development, College of Human Ecology- Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)<br />
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=13&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2011/03/26/resume-kuliah-perilaku-konsumen-vera-aristii34080010-majoring-in-communication-and-community-development-college-of-human-ecology-bogor-agricultural-university-bogor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makalah saya (Vera aristi/I34080010)</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2010/05/10/makalah-saya-vera-aristii34080010/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2010/05/10/makalah-saya-vera-aristii34080010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 13:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/2010/05/10/makalah-saya-vera-aristii34080010/</guid>
		<description><![CDATA[TEKNOLOGI KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PERKEMBANGAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Disusun Oleh: Vera Aristi/I34080010 Sains komunikasi dan pengembangan masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor 2010 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi dimasyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=10&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEKNOLOGI KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PERKEMBANGAN PROSES BELAJAR MENGAJAR </p>
<p>Disusun Oleh:<br />
Vera Aristi/I34080010 </p>
<p> Sains komunikasi dan pengembangan masyarakat<br />
Fakultas Ekologi Manusia<br />
Institut Pertanian Bogor<br />
2010</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>1.1	Latar belakang<br />
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi dimasyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional, disamping cara ini tidak tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pulalah yang membuat kebijakan untuk memanfaatkan media komunikasi dengan teknologi yang semakin maju dalam pengelolaan pendidikan.<br />
Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis.  Dibuatnya teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, jaringan internet, komputer, LCD yang memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar-manusia. Yusufhadi Miarso (1980) mengemukakan bahwa secara operasional, aplikasi teknologi komunikasi pendidikan akan menunjukan karakteristik tertentu. Dengan media komunikasi teknologi yang baik sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas. Terutama peningkatan prestasi belajar siswa. Istilah teknologi pendidikan (educational technology) secara umum dapat diartikan sebagi penerapan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, untuk kegiatan pendidikan atau pengajaran. Teknologi pendidikan dapat diartiakan pula sebagai pendekatan yang logis, sistematis, dan ilmiah dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Akan tetapi, Teknologi pendidikan tidaklah selamanya diartikan atau dikaitkan dengan peralatan atau media yang rumit. S. Nasution (1982) mengemukakan “pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kristis tentang pedidikan. Teknologi pendidikan memandang soal cara mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah .     </p>
<p>1.2	Perumusan Masalah<br />
Proses belajar mengajar dikelas dengan penggunaaan metode ceramah (lecture method) monoton, sehingga siswa atau peserta didik akan cepat bosan dalam belajar. dan keterbatasan media teknologi pendiddikan disatu pihak serta lemahnya kemampuan pengajar menciptakan media tersebut. Adapun keterbatas alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai dikelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi pelajar.<br />
Dengan demikian perumusan masalahnya yaitu:<br />
1.	Apakah pengajar memiliki kompetensi pembelajaran yang lebih interaktif?<br />
2.	Metode pembelajaran  apakah yang seharusnya diberikan oleh pengajar?<br />
3.	Apakah pengajar maupun pelajar dapat memanfaatkan metode teknologi komunikasi yang telah mengalami kemajuan? </p>
<p>1.3 Tujuan<br />
1.	Dalam rangka penyelengaraan pendidikan yang efektif dan efisien dituntut kajian sistematis, ilmiah dan rasional.<br />
2.	Membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar bagi pelajar.<br />
3.	memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan.<br />
4.	pengajaran yang lebih mantap<br />
5.	memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan maupun aplikasinya.    </p>
<p>1.4 Manfaat<br />
Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan, teknologi pendidkan serta media pendidikan. dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan ini pulalah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. dapat menyajikan materi secara lebih menarik. Dan tujuan yang efektif dan efisienpun akan tercapai. </p>
<p>BAB II<br />
TINJAUAN PUSTAKA</p>
<p>2.1	Pengertian Komunikasi Teknologi<br />
Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis.<br />
S. Nasution (1982) mengemukakan “pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kristis tentang pedidikan. Teknologi pendidikan memandang soal cara mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah.</p>
<p>2.2	Jenis-Jenis Kompetensi Dalam Pengajaran<br />
Kompetensi tenaga kerja guru di Indonesia pada umumnya mengacu kepada tiga jenis kompetensi, yaitu:<br />
No.	Jenis Kompetensi	Pengertian<br />
1.	Kompetensi pribadi	Memiliki sikap kepribadian yang mantap atau matang sehingga mampu berfungsi sebagai tokoh identitas bagi siswa, serta dapat menjadi panutan bagi siswa dan masyarakatnya.<br />
2.	Kompetensi profesi	Memiliki pengetahuan yang luas dan dalam mata pelajaran yang diajarkan, serta menguasai metodologi pengajaran, baik teoritis maupun praktis.<br />
3.	Kompetensi kemasyarakatan	Mampu membangun komunikasi yang efektif dengan lingkungan sekitarnya, termasuk dengan para siswa, teman sejawat, atasan, dengan pegawai sekolah, dan dengan masyarakat luas. </p>
<p>D. A. Tisna Amidjaja, 1981 mengemukakan “kompetensi-kompetensi tersebut berpadu dalam satu performance khusus atau berakumulasi dalam sikap dan tingkah laku, baik sebagai mahluk individual, sebagai mahluk sosial, dan sebagai tenaga kerja professional.<br />
2.3 Hal-hal yang termasuk dalam Pengajaran<br />
•	Metode Ceramah<br />
•	Metode Diskusi<br />
•	Metode Tugas<br />
•	Metode Kerja Dalam Kelompok<br />
•	Metode Karyawisata</p>
<p>BAB III<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>3.1 Kompetensi Pengajar atau Guru<br />
Mengajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengorganisasi atau menata sejumlah sumber potensi secara baik dan benar sehingga terjadi proses belajar anak. Implikasi definisi ini adalah bahwa guru bukanlah mentransmisikan/mendistribusikan pengetahuan kepada anak semata-mata, akan tetapi sebagai direktur belajar (director of learning) dari sejumlah peserta didik. Akan tetapi, proses belajar mengajar dikelas dengan penggunaaan metode ceramah (lecture method) monoton, sehingga peserta didik akan cepat bosan dalam belajar. bagi anak sekolah menengah pertama. Yusufhadi Miarso (1980) mengemukakan bahwa secara operasional, aplikasi teknologi komunikasi pendidikan akan menunjukan karakteristik tertentu. Dimana seorang pengajar harus bisa mengajak peserta didik agar lebih interaktif dalam proses belajar mengajar dikelas .<br />
Suatu kegiatan belajar dikatakan efisien kalau prestasi belajar yanga diinginkan dapat mencapai dengan usaha yang minimal. fungsi otak sebagai pengendali seluruh aktivitas mental dan behavioral, menurut tinjauan cognitivitis (para ahli kognitif) sangat menentukan proses belajar mengajar (syah, 1992) . Penyelenggaraaan pendidkan dan pengajaran, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi hanya akan efektif, jika dikelola oleh tenaga kependidikan atau guru yang profesional. Guru yang professional adalah guru yang memiliki kompetensi tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi guru.</p>
<p>3.2 Metode-Metode Pembelajaran<br />
Metode pengajaran yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar dikelas biasanya hanya menggunakan metode ceramah, hanya beberapa sekolah saja yang sudah menggunakan media teknologi komunikasi seperti komputer, jaringan internet, laptop, LCD dan sebagainya. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang semakin maju, pengajar dapat menerapkan metode-metode sebagai berikut:<br />
1.	Metode Ceramah. metode ini adalah metode dasar karena metode ini paling sering dipakai terutama unituk penyampaian materi yang bersift teoritis. Oleh karena itu yang paling penting adalah, bagaimana guru dapat berceramah secara baik, materi yang disampaikan secara baik dan dengan variasi yang baik pula. Sukses tidaknya guru dapat berceramah ditentukan oleh guru mnguasai suasana kelas, cara berbicara dan sistematis pembicaraan, jumlah materi yang disajikan, jumlah subjek yang mendengarkan.<br />
2.	Metode Diskusi. Diskusi diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi, dimana guru bersama siswa mengadakan dialog bersama untuk mencari jalan pemecahan dan menyerap serta menganalisis satu atau sekelompok materi tertentu. Dalam diskusi guru berperan sebagai pengatur lalu lintas informasi, pemberi jalan penampung informasi.<br />
3.	Metode Tugas. Tugas diartikan sebagai materi tambahan yang harus dipenuhi oleh siswa baik didalam maupaun diluar kelas. Oleh karena itu pemberian tugas sebagai tambahan yang dapat membuat siswa mempunyai rasa tanggung jawab. maka keliru, jika guru hanya berada dikantor dan menugaskan peserta didik mencatat materi pelajaran dikelas.<br />
4.	metode kerja dalam kelompok. Kelompok adalah sekumpulan orang dimana mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dengan menuangkan pendapat dan pikiran dari setiap orang. metode ini dapat menciptakan hubungan sosial yang baik dimana antar anggota kelompok saling mengenal satu sama lain dan akan tumbuh rasa kebersamaaan.<br />
5.	metode karyawisata. Metode ini adalah strategi belajar mengajar, dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat tertentu yang relevan seperti museum, perpustakaan, dan tempat-tempat yang mengandung unsur pendididkannya untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dimana murid bisa melihat secara langsung.</p>
<p>3.3 Memanfaatkan Teknologi Komunikasi<br />
Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis Dibuatnya teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, jaringan internet, komputer, LCD yang memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar-manusia.<br />
 Dengan memanfaatkan teknolgi komunikasi yang ada pada saat ini. Baik pengajar ataupun pelajar dapat menggunakan media tekologi komunikasi seperti penggunaan LCD pada saat menjelaskan materi dikelas, penggunaan jaringan internet untuk mendapatkan informasi yang menambah pengetahuan dengan lebih mudah dan cepat. Serta penggunaan Komputer yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar dan meningkatkan kemampuan siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Tapi semua itu harus di seimbangkan dengan kemampuan pengajar itu sendiri serta cara metode pembelajaran yanga baik dan menarik.  </p>
<p>KERANGKA PEMIKIRAN</p>
<p>BAB IV<br />
KESIMPULAN DAN SARAN</p>
<p>4.1 Kesimpulan<br />
Kesimpulan yaitu dengan Teknologi yang semakin maju akan berpengaruh pada pola komunikasi dimasyarakat, serta tuntutan masyarakat terhadap pendidikan tidak mungkin dikelola dengan pola traidisional saja. Dengan memanfaatkan tekologi komunikasi akan mempermudah dalam proses belajar mengajar akan tetapi iti semua harus didukung kompetensi pengajar yag baik serta metode-metode pembelajaran yang lebih variatif dan menarik sehingga akan membuat minat belajar siswa semakin baik dan pemahaman cara  belajar anak akan semakin maju. </p>
<p>4.2 Saran<br />
Dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. dan kompetensi pengajar harus lebih ditingkatkan agar dalam penyampaian dan menyajikan materi dengan lebih menarik. Dan tujuan yang efektif dan efisienpun akan tercapai. </p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
Danim, Sudarwan. 2008. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: BUMI AKSARA.<br />
Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.<br />
Nasution, S. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: CV. Jemmars.<br />
Sardiman. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=10&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2010/05/10/makalah-saya-vera-aristii34080010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>komputer idaman eyaaaaaaaaa &#8230;..</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/19/komputer-idaman-eyaaaaaaaaa/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/19/komputer-idaman-eyaaaaaaaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 13:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/19/komputer-idaman-eyaaaaaaaaa/</guid>
		<description><![CDATA[Mikum… Berhubung kata kakak asprak penkom nya harus di revsisi lagi… jadiii … gw revisi jg simulasi rakitan yang gw pengenn … …. Hehheeee…. Menurut gw sich masih lumayan mahal tp masih lebih murah lah klo dibandingin ama rakitan yang kemaren … lagian namaya mimpi kenapa harus nanggung,, heheeee… So,, langsung aja yaaa kita liat… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=9&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mikum…<br />
Berhubung kata kakak asprak penkom nya harus di revsisi lagi… jadiii … gw revisi jg simulasi rakitan yang gw pengenn …<br />
…. Hehheeee….<br />
Menurut gw sich masih lumayan mahal tp masih lebih murah lah klo dibandingin ama rakitan yang kemaren …  lagian namaya mimpi kenapa harus nanggung,, heheeee…</p>
<p>So,, langsung aja yaaa kita liat… heheee</p>
<p>SPARE PARTS	DESKRIPSI	QTY	TOTAL (RP)<br />
Intel Core i7 1366 	Core i7 975 Box (8Mb Cache,3.33Ghz) LGA1156 	1	10.106.000,-<br />
Mb Intel 11XX 	Asus P7P55 WS Super Computer 	1	2.608.000,-<br />
Memory DDR3 	Kingstone KHX 8500 D2K2 / 4Gb 	1	1.144.000,-<br />
Casing 	Asus TA-21A Middle Tower 750W 	1	1.165.000,-<br />
Power Supply 	AcBel R88 Power 1100watt New!!! 4 rail,Active PFC,SLI,Super low noise,Intelegent Thermal fan control,Ball-Bearing 14cm fan with blue light,20+4pin,Crossfire multi-GPU VGA Card,Active Clamp Forward Converter design,Compliance with 80 PLUS Silver efficiency 85%, 88%, 85%,Scratch-resistant wrinkle paint casing, 3.3V and 5V DC-DC VRM module increase efficiency,Overclocking capability, Japanese made and solid state capacitors,Input Voltage 100~240Vac,88% hemat energi. 	1	2.500.000,-<br />
Optical Drive 	Samsung DVDRW 8x Ext Slim Box 	1	535.000,-<br />
Keyboard Mouse 	A4TECH GKS &#8211; 770D WIRELESS ANTI RSI KEYBOARD and MOUSE SETS (call) 	1	256.000,-<br />
LCD Monitor 	Samsung 15.6 Inch B1630 	1	1.066.000,-<br />
PCI Card 	Chronos PCI SCSI Card 68 Pin UW (40MBPS) 	1	421.000,-<br />
Sound Card 	Creative SB X-Fi Titanium Fatality Champion 	1	2.059.000,-<br />
Speaker 	Simbadda CST 8000N 	1	520.000,-<br />
USB Flash Disk 	Kingstone DT410 4Gb (With Password Software) 	1	183.000,-<br />
Harddisk Internal 2.5inch 	Samsung Sata 320Gb 8Mb 5400RPM 	1	540.000,-<br />
Printer &#8211; Scanner 	Canon IX 5000 (call) 	1	3.950.000,-<br />
Tinta &#8211; Toner 	Canon EP-25 Toner Cartridge LBP 1210 	1	471.000,-<br />
Stabilizer 	Matsugawa 1000W Motor 	1	240.000,-<br />
Headset / Headphone / Mic 	SENNHEISER PXC 450 SENNHEISER AUDIO Headphones &#8211; NoiseGard &#8211; PXC Series PXC 450 	1	4.190.000,-<br />
WEBCAM 	GENIUS i-Slim 2000AF (2,0 MEGA PIXEL) 	1	398.000,-<br />
ASUS NETWORKING 	Asus WL-520gU Wireless Router Wireless Router 125Mbps, 1x USB 2.0(Pinter/Scanning Server), 1x2dbi Antenna, Output:18dBM 	1	430.000,-<br />
Prolink 	Prolink PIC 1002 VGA CMOS Sensor 640 x 480 	1	901.000,-<br />
Wifi 	Hyperlink Antenna Omni 12 Dbi / 5,8 GHZ HG5812 PRO 	1	1.258.000,-<br />
SOFTWARE OS 	Windows Vista Home Basic (FPP) 	1	1.029.000,-<br />
GRAND TOTAL	35.970.000,-</p>
<p>Woooww….<br />
Tukan harganya turun setengahnya dari yang kemaren ….<br />
 Totalnya itu Rp. 35.970.000,-<br />
Tapi kagak knapa-knapa namanya mimpi,, mudah-mudahan aja smuanya itu bisa terwujud … amin  (^_^)</p>
<p>Trussss…. Ini juga ada deskripsi laptop yang gw punya….<br />
Deskripsi nya ….. liat aja yaaa…</p>
<p>Operating system: Windows 7 enterprise 32-bit (6.1, build 7600)<br />
Language: Bahasa Indonesia (regional setting: bahasa Indonesia)<br />
System manufacture: Acer<br />
Bios: Ver 1. 00PARTTBL<br />
Processor: Pentium (R) Dual-Core CPU<br />
	T44 @ 2.20GHz (2 CPUs),  2.2GHz<br />
Memory: 1024 MB RAM<br />
Page file: 603 MB Used, 1373 MB Available<br />
DirectX Version: DiretX 11 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=9&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/19/komputer-idaman-eyaaaaaaaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>komputer idaman eyaaaa&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/12/komputer-idaman-eyaaaa/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/12/komputer-idaman-eyaaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 05:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/12/komputer-idaman-eyaaaa/</guid>
		<description><![CDATA[Lohaa…lohaa….. sekarang gw mw ngisi blog gw ama simulasi rakitan yang gw pengen …. Hehheeee…. Menurut gw lumayan mahal tapi namanya mimpi kenapa harus nanggung,, heheeee… So,, langsung aja yaaa kita liat… heheee SPARE PARTS DESKRIPSI QTY TOTAL (RP) Intel Core i7 1366 Core i7 975 Box (8Mb Cache,3.33Ghz) LGA1156 1 10.161.000,- Mb AMD AM3 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=8&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lohaa…lohaa…..<br />
sekarang gw mw ngisi blog gw ama simulasi rakitan  yang gw pengen …. Hehheeee….<br />
Menurut gw lumayan mahal tapi namanya mimpi kenapa harus nanggung,, heheeee…</p>
<p>So,, langsung aja yaaa kita liat… heheee</p>
<p>SPARE PARTS	DESKRIPSI	QTY	TOTAL (RP)<br />
Intel Core i7 1366 	Core i7 975 Box (8Mb Cache,3.33Ghz) LGA1156 	1	10.161.000,-<br />
Mb AMD AM3 	Asus M4A78 PRO 780G + SB700 4DDR2(Dual Channel) 1066,SATA 3Gb/s*6(RAID0, 1, 10, JBOD), ATA133*1, 1 x D-Sub + 1 x DVI + 1 x HDMI, 1 x PCIe 2.0 x16, 3 x PCI, EPU, TurboV, Turbo Key, 4+1 Phase Power, Anti-Surge Protection, Stylish Heatsink Design, Q-Fan2, Q-Connector 512mb shared Mem VGA, 8 ch HD Audio, Optical Out, GbE LAN, 12*USB2.0, ATX 	1	1.150.000,-<br />
Memory DDR3 	Adata AD31600X001GM(O)U3K CL7 1Gx3-1600X Chipset: DDR3 Module VALUE, EXTREME, X series, XPG series 	1	1.150.000,-<br />
Harddisk 3.5Inch 	Samsung SATA II 1.5TB (call) 	1	1.674.000,-<br />
Casing 	Asus TA-21A Middle Tower 750W 	1	1.165.000,-<br />
Power Supply 	AcBel R88 Power 1100watt New!!! 4 rail,Active PFC,SLI,Super low noise,Intelegent Thermal fan control,Ball-Bearing 14cm fan with blue light,20+4pin,Crossfire multi-GPU VGA Card,Active Clamp Forward Converter design,Compliance with 80 PLUS Silver efficiency 85%, 88%, 85%,Scratch-resistant wrinkle paint casing, 3.3V and 5V DC-DC VRM module increase efficiency,Overclocking capability, Japanese made and solid state capacitors,Input Voltage 100~240Vac,88% hemat energi. 	1	2.516.000,-<br />
Optical Drive 	LG DVDRW Ext Slim Light Scribe Box 	1	635.000,-<br />
Keyboard Mouse 	GENIUS KB Wireless 600+Mouse Wireless (Paket) (New) Keyboard 	1	225.000,-<br />
LCD Touch Screen 	Viewsonic 17 Inch VA1716 Touch Screen 	1	3.188.000,-<br />
PCI Card 	Chronos PCI SCSI Card 68 Pin UW (40MBPS) 	1	423.000,-<br />
Sound Card 	Creative SB X-Fi Titanium Fatality Champion 	1	2.070.000,-<br />
Speaker 	ALTEC Lansing MX-6021 (2.1,200W RMS) 	1	2.000.000,-<br />
USB Flash Disk 	Toshiba 4Gb 	1	135.000,-<br />
Harddisk Internal 2.5inch 	Samsung Sata 320Gb 8Mb 5400RPM 	1	543.000,-<br />
Harddisk External 3.5inch 	Samsung S3 1TB 	1	1.062.000,-<br />
Printer &#8211; Scanner 	Fuji Xerox SCANNER A3 COLOR ADF (4250) Xerox SCANNER A3 COLOR ADF, 600DPI RESOLUTION, 10/100 BASETX ETHERNET, USB, A3, 50 SHEET ADF, 40SPM 1 SIDE SCAN A4, 50-120 GSM PAPER WEIGHT 	1	22.360.000,-<br />
Tinta &#8211; Toner 	Canon EP-22 Toner Cartridge LBP 800,810 	1	474.000,-<br />
Stabilizer 	Montero SVC 1000VA (Servo Motor) 	1	225.000,-<br />
Headset / Headphone / Mic 	LOGITECH G35 Gaming headset 	1	1.044.000,-<br />
WEBCAM 	Microsoft CEA-00005 LifeCam VX-7000 WinXP/Vista USB Microsoft CEA-00005 LifeCam VX-7000 WinXP/Vista USB (Optimized for Windows Live Messenger, 2.0 Megapixel Sensor Video, High Definition 8 Megapixel* Still Photos, 5X Digital Zoom, Universal Attachment Base, Built-In Microphone, Crystal-clear Audio, Glass Element Lens) 	1	1.060.000,-<br />
ASUS NETWORKING 	Asus DSL-N13(New) Wireless Router ADSL Wireless ADSL Router 300 Mbps Multi Functional(Printer/Scanning Server,Webcam Sharing, HDD Sharing, Download Master), 1 Rj11, 4 Lan Port, 1 USB, 2x3dbi PCB antenna MIMO, Output Power:19.5dBm 	1	1.090.000,-<br />
Prolink 	Prolink PWP 301 Projector Wireless Adapter 	1	2.672.000,-<br />
Wifi 	Hyperlink Antenna Omni 12 Dbi / 5,8 GHZ HG5812 PRO 	1	1.265.000,-<br />
SOFTWARE OS 	Symantec Endpoint Protection 10 User 	1	2.902.000,-<br />
GRAND TOTAL	61.189.000,-</p>
<p>Woooww….<br />
Lumayan mahal juga yaaa deskripsi rakitan gw ….<br />
 Totalnya itu Rp. 61.189.000,-<br />
Tapi kagak knapa-knapa namanya mimpi,, mudah-mudahan aja smuanya itu bisa terwujud … amin  (^_^)</p>
<p>Trussss…. Ini juga ada deskripsi laptop yang gw punya….<br />
Deskripsi nya ….. liat aja yaaa…</p>
<p>Operating system: Windows 7 enterprise 32-bit (6.1, build 7600)<br />
Language: Bahasa Indonesia (regional setting: bahasa Indonesia)<br />
System manufacture: Acer<br />
Bios: Ver 1. 00PARTTBL<br />
Processor: Pentium (R) Dual-Core CPU<br />
	T44 @ 2.20GHz (2 CPUs),  2.2GHz<br />
Memory: 1024 MB RAM<br />
Page file: 603 MB Used, 1373 MB Available<br />
DirectX Version: DiretX 11 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=8&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2010/03/12/komputer-idaman-eyaaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ini posting pertama eyaaa !!!</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/ini-posting-pertama-eyaaa/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/ini-posting-pertama-eyaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eyaaa.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[nama saya Vera Aristi, biasanya dipanggil eyaaa &#8230; asalnya Sukabumi&#8230; saya lahir di Sukabumi, hari Rabu, tanggal 27 juni 1990 &#8230;. saya sekarang semester 4 &#8230;di Bogor Agricultural University, Fakultas Ekologi manusia, Departemen  SKPM &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=3&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nama saya Vera Aristi, biasanya dipanggil eyaaa &#8230;</p>
<p>asalnya Sukabumi&#8230;</p>
<p>saya lahir di Sukabumi, hari Rabu, tanggal 27 juni 1990 &#8230;.</p>
<p>saya sekarang semester 4 &#8230;di <a href="http://www.ipb.ac.id">Bogor Agricultural University</a>, Fakultas Ekologi manusia, Departemen  SKPM &#8230;</p>
<p><a href="http://eyaaa.files.wordpress.com/2010/02/11847_1159512907499_1218083158_377656_4949351_s1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5" title="eyaaa" src="http://eyaaa.files.wordpress.com/2010/02/11847_1159512907499_1218083158_377656_4949351_s1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=3&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/ini-posting-pertama-eyaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eyaaa.files.wordpress.com/2010/02/11847_1159512907499_1218083158_377656_4949351_s1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/hello-world/</link>
		<comments>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyaaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=1&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eyaaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eyaaa.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eyaaa.wordpress.com&amp;blog=12272537&amp;post=1&amp;subd=eyaaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eyaaa.wordpress.com/2010/02/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6547ebf9e9c13259e33a84629dfb3d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eyaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
